Perkembangan teknologi di bidang budidaya Indonesia saat ini menjadikan negara Indonesia menjadi salah satu negara dengan aktivitas budidaya yang cukup aktiv, baik itu dari skala kecil, menengah, maupun skala besar, secara intensif, semi intensif maupun tradisional. Meningkatnya aktivitas dan teknologi di bidang budidaya juga beriringan dengan berkembangnya penyakit dan permasalahan yang diperoleh, terutama masalah kualitas air dan penyakit menjadi salah satu permasalahan yang hingga kini senantiasa menjadi pembahasan pada kalangan aquaculturist. Saat ini aktivitas budidaya yang dilakukan di Indonesia tengah digalakkan budidaya berbasis lingkungan artinya segala aktivitas budidaya berwawasan lingkungan dengan tujuan menjaga keseimbangan lingkungan yang ada di sekitar wilayah budidaya. Budidaya berbasis lingkungan kini sedang menjadi project besar yang sedang dikerjakan oleh beberapa instansi yang bergerak pada ranah konservasi seperti yang saat ini sedang berlangsung di wilayah Pasuruan (APS) yang sedang menjalankan program Silvofishery.

Silvofishery merupakan sistem budidaya yang tengah diusahakan di wilayah Pasuruan dengan sistem budidaya berbasis mangrove. Mangrove disini ditanam di sepanjang pematang tambak dengan jarang tanam antara mangrove yang satu dengan mangrove yang lain 1 meter. Mangrove yang digunakan pada sistem silvofishery ini yaitu avicennia dan rizhopora. Tujuan penggunaan mangrove di sini karena mangrove memiliki kemampuan untuk mengendapkan substrat dan lumpur sehingga kualitas air lebih terjaga. Selain itu tujuan menghadirkan mangrove di sini karena mangrove merupakan tanaman alami yang hidup di pesisir dan merupakan habitat alami bagi ikan dan organisme laut dan pesisir baik untuk memijah, perlindungan, maupun aktivitas pembesaran anakan ikan, sehingga dengan menghadirkan mangrove dalam tambak diharapkan dapat memaksimalkan hasil produksi karena suasana tambak yang dikondisikan secara alami.

Pengembangan sistem silvofishery masih dilakukan dalam skala kecil dikarenakan masih meruapakan eksperimen awal sehingga tidak dilakukan dalam skala besar. Namun berdasarkan eksperimen selama 3 tahun sudah memberikan hasil yang signifikan pada skala produksi, sehingga saat ini teknisi aps tengah menjalankan program silvofishery ini dalam skala besar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s